Entah sudah berapa lama kau bertahan dengan nasibmu pak tua
mungkin lebih lama dari umurku yang belum kepala tiga ini
Entah sudah berapa puluh kali juga petugas Pilkada datang ke gubuk kecilmu
menanyakan
"ada berapa kepala yang pantas menjadi pemilih?"
Kau jawab
" Tak ada, cuma satu, si tua renta ini"
Anak dan Istrimu entah dimana
Entah sudah berapa puluh kali juga
Para calon kepala daerah itu
datang kepadamu dengan janji-janji
menanyakan berapa penghasilanmu sehari-hari
lalu kemudian menanyakan harapan-harapan
kepada kota yang telah kau tinggali
lebih dari separuh masa hidupmu
sabar pak tua
kita tahu Tuhan tak mengubah nasib hambaNya kecuali
hamba itu sendiri yang mengubahnya
maka sudah sepantasnya lah kita
tidak berharap
pada mereka manusia
yang datang dengan janji
Sunday, June 3, 2012
Thursday, May 31, 2012
Puisi, jangan menangis
Puisi, jangan nangis
bahwa setiap karya ada masa nya itu benar
kau tidak perlu meluber menjadi novel
apalagi membatu kaku seperti karya ilmiah
Puisi, jangan nangis
ditengah hiruk pikuk manusia
wajah-wajah mereka yang lelah masih membutuhkanmu
berdirilah dengan kata-kata sebagai kaki yang kuat
tegaplah dengan badan larik dan bait yang tegar
Mencintaimu berarti mencintai keindahan
tidak mengkaku batu.
kering.
Puisi, jangan nangis
tetaplah mengalir
membasahi relung-relung jiwa manusia
yang haus akan pencarian makna
"We don't read and write poetry because it's cute. We read and write
poetry because we are members of the human race And the human race is
filled with passion And medicine, law, business, engineering, these are noble pursuits and
necessary to sustain life. But poetry, beauty, romance, love, these are
what we stay alive for". -Dead Poets Society-
Tuesday, May 8, 2012
Judulnya?? Tebak saja sendiri, haha
Pertama-tama kau ajak aku berlari-lari
Menuruti apa maumu
Kau bilang: Isi
Aku jawab: Sudah
Harusnya semakin malam kau semakin beringas (harusnya)
Ayoo cepaat, aku ingin beraksi malam ini
Melihat dia muncul, jari ku gatal
Tapi kau malah mengecewakanku
Apa karena kau barang pinjaman
Atau suasana kamarku yang membuatmu loyo?
Tak beringas seperti di kamar yang lain
Huuuh
Payah
“Dasar kau keong racun”
ujarku sembrono hahahaha
Saturday, May 5, 2012
puisi kartun
mungkin aku hanyalah
seorang naruto
bagi sakura yang mendamba
sasuke
mungkin aku
hanya akan menjadi nobita
bagi sizuka yang impikan
dekisugi
tapi jadi apapun aku
aku hanya lelaki apa adanya
yang siap menemani
membuat dirimu senang
membuat dirimu jadi yang paling
sempurna di dunia.
seorang naruto
bagi sakura yang mendamba
sasuke
mungkin aku
hanya akan menjadi nobita
bagi sizuka yang impikan
dekisugi
tapi jadi apapun aku
aku hanya lelaki apa adanya
yang siap menemani
membuat dirimu senang
membuat dirimu jadi yang paling
sempurna di dunia.
Friday, May 4, 2012
Buku
Pada jendela dunia aku
menatap
Rangkaian kata
terangkai menjadi kalimat
Naik menjulang seperti
Everest
Turun menukik dalam palung
Mariana
Membaca dunia yang tak
lagi luas
Diruang kamar yang
putih
Imaji menerawang jauh
Yang teronggok di
tempat tidur
(Depok 5-4-2012)
Thursday, May 3, 2012
Yang Kusebut Foto
Diantara jarak yang
memisahkan rentang waktu menyimpan kisah
kehidupan anak
manusia
Orang dari Barat
berbicara
“dalam hidup kau tidak akan tahu apa dan siapa yang kau akan temukan”
Satu pergi
meninggalkan pesan yang lain pergi tak ada kabar
Ada yang menjadi
manis disimpan menjadi senyum
Ada yang menjadi
pahit terekam menjadi marah
Lembar-lembar dibalik
debu mengajak berjalan jauh melampaui kecepatan cahaya
Dia berkata:
“dulu kita pernah bersama, kawan”
Tuesday, May 1, 2012
Maafkan Aku Sajakku
Maafkan aku sajakku
Aku tidak mampu menciptamu
Seperti punya Chairil, Taufik Ismail atau barangkali Rendra
Maafkan aku sajakku
Ketika tangan ini hanya mampu
menulis kata sederhana
dirangkai menjadi kalimat tak berima
Maafkan aku sajakku
aku tak mampu membuat mereka
pembacamu
mencoba menerka makna
Sebab aku menciptamu tiada berbaju
hanya berkain tipis
Maafkan aku sajakku
Kau cita-citaku
Maafkan aku sajakku
Ketika ditengah ketidakberdayaanku
aku hanya bisa berujar
Maaf
Aku tidak mampu menciptamu
Seperti punya Chairil, Taufik Ismail atau barangkali Rendra
Maafkan aku sajakku
Ketika tangan ini hanya mampu
menulis kata sederhana
dirangkai menjadi kalimat tak berima
Maafkan aku sajakku
aku tak mampu membuat mereka
pembacamu
mencoba menerka makna
Sebab aku menciptamu tiada berbaju
hanya berkain tipis
Maafkan aku sajakku
Kau cita-citaku
Maafkan aku sajakku
Ketika ditengah ketidakberdayaanku
aku hanya bisa berujar
Maaf
Subscribe to:
Posts (Atom)